Maslow berpendapat bahwa seseorang
akan memiliki kepribadian yang sehat apabila dia telah mampu mengaktualisasikan
irinya secara penuh (self-actualizing
person). Dia mengemukakan teori motivasi self-actualizing person dengan nama metamotivation, meta-needs, B-motivation, atau being values (kebutuhan untuk berkembang). Seseorang yang telah
mampu mengaktualisasikan dirinya tidak termotivasi untuk mengejar sesuatu
(tujuan) yang khusus, mereduksi ketegangan, atau memuaskan suatu kekurangan.
Mereka secara menyeluruh tujuannya akan memperkaya, memperluas kehidupannya dan
mengurangi ketegangan melalui berbagai macam pengalaman yang menantang.Dia
berusaha untuk mengembangkan potensinya secara maksimal dengan memperhatikan
lingkungannya. Dia juga berada dalam keadaan menjadi yaitu spontan, alami, dan
senang mengekspresikan potensinya secara penuh.
Sementara motivasi bagi orang yang
tidak mampu mengaktualisasikan dirinya di beri nama D-motivation atau Deficiency.
Tipe motivasi ini cenderung mengejar hal yang khusus untuk memenuhi
kekurangan dalam dirinya seperti untuk memenuhi rasa lapar. Ini berarti bahwa
kebutuhan khusus (lapar) untuk tujuan yang khusus (makanan) menghasilkan
motivasi untuk memperoleh sesuatu yang dirasakannya kurang (mencari makanan).
Motif ini tidak hanya berhubungan dengan kebutuhan fisiologis, tetapi juga rasa
aman, cinta kasih, dan penghargaan.
Terkait dengan meta-needs, Maslow selanjutnya mengatakan bahwa kegagalan dalam
memuaskannya akan berdampak kurang baik bagi individu, sebab dapat menggagalkan
pemuasan kebutuhan yang lainnya, dan juga melahirkan metapatologi yang dapat
merintangi perkembangannya. Metapatologi merintangi self-actualizers untuk mengekspresikan, menggunakan, memenuhi
potensinya, merasa tidak berdaya dan depresi. Individu tidak mampu
mengidentifikasi sumber penyebab khusus dari masalah yang dihadapinya dan usaha
untuk mengatasinya. Berikut ini dikemukakan mengenai
ciri-ciri dari meta-needs dan
metapatologis.
Ciri-Ciri Meta-needs
dan Metapatologis
|
Meta-needs
|
Metapatologis
|
|
Sikap percaya
|
Tidak
percaya, sinis, dan skeptic
|
|
Bijak dan baik
|
Benci
dan memuakkan
|
|
Indah (estetis)
|
Vulgar
dan mati rasa
|
|
Kesatuan (menyeluruh)
|
Disintegrasi
|
|
Enerjik dan optimis
|
Kehilangan
semangat hidup, pasif, dan pesimis
|
|
Pasti
|
Kacau
dan tidak dapat diprediksi
|
|
Lengkap
|
Tidak
lengkap dan tidak tuntas
|
|
Adil dan altruis
|
Suka
marah-marah, tidak adil dan egois
|
|
Berani
|
Rasa
tidak aman dan memerlukan bantuan
|
|
Sederhana (simple)
|
Sangat
kompleks dan membingungkan
|
|
Bertanggung jawab
|
Tidak
bertanggung jawab
|
|
Penuh makna
|
Tidak
tahu makna kehidupan, kehilangan harapan dan putus asa
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar